Halaman

Senin, 25 November 2013

Program Raport 2013

 Ketua MKKS SMP Kabupaten Pringsewu, Bpk. Drs. H. Mukodas didampingi Bpk. Drs. Alamsyah selaku Wakil MKKS dan Bpk. Heru Siswanto, S.Pd. selaku Sekertaris MKKS, ketika membuka acara Bimbingan Teknis pembuatan raport di SMP Negeri 1 Gadingrejo pada tanggal 23 November 2013..

Akhirnya terjawab sudah rencana pembuatan raport berbasis komputer dengan aplikasi ssederhana, yang selanjutnya disebut Program Raport 2013, yaitu rencana pembuatan raport untuk kurikulum 2013, diharapkan sekolah dapat mengembangkan sendiri aplikasi tersebut dan mengeditnya sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah masing-masing.
Tim Program Raport 2013 adalah:
  1. Penanggungjawab : 
    • Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pringsewu; Bpk. Drs. Samsir, MM
    • Kasi Kurikulum SMP Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pringsewu; Bpk. Eko Sumiran, S.Pd.
  2. Koordinator Pelaksana :
    • Ketua MKKS SMP Kabupaten Pringsewu; Bpk. Drs. H. Mukodas
    • Bendahara MKKS SMP Kabupaten Pringsewu; Bpk. Rahmanto, M.Pd.
  3.  Pemrograman :
    • Mugi Harsono, guru SMP Negeri 1 Gadingrejo
    • Iswanto, S.Pd., guru SMP Negeri 4 Pringsewu
    • Tomi Yazid Bustomi, M.Pd., guru SMP Negeri 4 Pringsewu
    • Hari Susanto, S.Pd., tendik SMP Negeri 1 Ambarawa
    • Efrida Herawati, SE, tendik SMP Negeri 1 Gadingrejo
  4. Penyusun Konten :
    • Kordinator; Endang Agustini, S.Pd.
    • Anggota; guru-guru mata pelajaran kelas VII SMP Negeri 1 Gadingrejo
  5. Spesifikasi Program
    • Menggunakan Ms Office Excel dan Word 2007, aplikasi yang populer dikalangan guru dan tendik SMP yang diharapkan Operator Sekolah mudah memahami dan mampu menerapkan dalam waktu yang relatif singkat.
    • Dilengkapi instrumen penilaian bagi guru mata pelajaran, Operator Sekolah tinggal copy-paste ke file induk tanpa harus meng-entry data siswa.
    • Menggunakan fitur cetak masal.
    • Dilengkapi fasilitas cetak ledger per kelas.
  6. Layanan Pengguna;
    1. Wilayah Sukoharjo, Banyumas, dsk; Iswanto, S.Pd.; HP 0821 7986 4082
    2. Wilayah Pringsewu, Pagelaran, dsk; Tomi Yazid Bustomi, M.Pd.; HP 0812 7249 6269
    3. Wilayah Ambarawa, Pardasuka, dsk; Hari Susanto, S.Pd., HP 0852 7934 9564
    4. Wilayah Gadingrejo, dsk; Efrida Herawati, SE, HP 0853 7985 5855 
  7. Kontak
    1. MKKS SMP Kabupaten Pringsewu; Rahmanto. M.Pd.; HP 0813 7913 4477
    2. E-mail; mkks.smpkabpringsewu@yahoo.co.id

Operator Sekolah SMP se Kabupaten Pringsewu

Selanjutnya, setelah persiapan matang maka Bimbingan Teknis tahap I diselenggarakan pada tanggal 23 November 2013 di SMP Negeri 1 Gadingrejo, dan dilanjutkan Bimbingan Teknis tahap II yang rencananya akan diselenggarakan tanggal 30 November 2013 di SMP Negeri 4 Pringsewu.
Tidak hanya melalui Bimbingan Teknis, Operator Sekolah juga akan didampingi tim selama proses pembuatan raport di sekolah bagi yang mengalami kendala.

 Suasana pembukaan Bimbingan Teknis I

Bimbingan Teknis I, dihadiri 51 Operator Sekolah

Minggu, 17 November 2013

Laporan Hasil Belajar Peserta Didik


Laporan Hasil Belajar Peserta Didik (LHBPD) adalah catatan prestasi pengetahuan, ketrampilan, sikap spritual dan sosial, kegiatan ekstra kurikuler, dan catatan prestasi lainnya yang diperoleh peserta didik selama satu semester, atau yang lebih populer disebut buku raport.

Pembuatan laporan tersebut sudah rutin dilakukan oleh guru dan wali kelas, tetapi akhir-akhir ini terasa beda dan semakin mendekati bulan Desember, para guru mata pelajaran dan wali kelas di kabupaten Pringsewu, Lampung merasa resah. Bahkan para kepala sekolah, pengawas mata pelajaran, dan pejabat disdikbudpar kabupaten pun mengalami hal yang sama, benarkah demikian?
Ya...ternyata masalahnya adalah kurikulum 2013 dan sekolah-sekolah yang menerapkan kurikulum tersebut belum tahu tentang format LHBPD yang resmi. Yang beredar adalah contoh format LHBPD atau ada yang masih dalam bentuk draft, yang konon juga sumbernya dari kementrian dikbud, tetapi mengapa disebut draft jika datangnya dari kementrian?

Tetapi, ternyata yang jadi masalah bukan masalah format LHBPD, melainkan permendikbud no 84 tahun 2013 tentang penilaian, guru diminta melakukan penilaian otentik, meyeluruh meliputi ranah pengetahuan, ketrampilan, dan sikap spiritual dan sosial dari semua peserta didik yang diasuhnya. Dan pada akhir semester guru mata pelajaran diminta melaporkan nilai dari masing-masing ranah tersebut ditambah dengan deskripsi dari masing-masing nilai dengan mencantumkan kompetensi apa saja yang sudah dikuasi peserta didik dengan (amat) baik dan kopetensi apa saja yang sudah dikuasai tetapi melalui proses perbaikan (remedial).

Ya...itulah permasalahnya, bukankah deskripsi berarti uraian? dan jika guru mata pelajaran menyetorkan nilai ke wali kelas dan deskripsi yang dibuatnya adalah sejumlah murid yang diajarkannya, maka butuh waktu berapa hari untuk menyimpulkan redaksi deskripsi dari setiap nilainya, dan dari setiap siswa!! Seandainya guru Seni Budaya SMP memiliki 8 kelas dan masing-masing kelas terdapat 30 peserta didik, maka.....
Dan setelah itu wali kelas harus menuliskan nilai dan deskripsinya di buku LHBPD, dan masih harus ditambahkan juga deskripsi sikap spiritual dan sosial antar mata pelajaran, ekstra kurikuler, ketidahadiran, catatan prestasi...dan seterusnya...
Itulah sumber dari kegelisahan guru kita pada hari-hari menjelang bulan Desember...

Tetapi tunggu dulu....
Keresahan guru mata pelajaran dan wali kelas sebenarnya juga berimbas ke kepala sekolah, dan berimbas pula ke pejabat disdikbudpar kabupaten, dan akhirnya muncul sebuah ide cemerlang, yaitu pembuatan aplikasi LHBPD dan akan diterapkan di SMP se kabupaten, dengan syarat:
  1. Aplikasi harus murah, bahkan jika memungkinkan gratis
  2. Mudah mengoperasikannya
  3. 50% dari isi LHBPD dibuat oleh guru sekolah masing-masing sehingga setiap sekolah akan memiliki karakteristik yang berbeda dan 50% sistem operasi komputer
  4. Tampilan officially dengan kertas khusus agar masyarakat bisa menerima kehadiran LHBPD versi cetak
  5. Pelatihan dan bimbingan teknis harus dilakukan secara matang
  6. Jaminan  dan layanan pengguna
  7. Senin  2 Desember 2013 launching dan aplikasi akan diterapkan di 54 SMP se kabupaten Pringsewu.
Kita tunggu hasilnya...