Halaman

Minggu, 01 Desember 2013

Bimbingan Teknis



Program Raport 2013 berjalan sesuai dengan rencana, Bimbingan Teknis sudah dilakukan dan operator sekolah mengikutinya dengan antusias. Bimtek 1 dilakukan di SMP Negeri 1 Gadingrejo pada tanggal 23 Nopember 2013 dan Bimtek 2 dilakukan di SMP negeri 4 Pringsewu pada tanggal 30 Nopember 2013 diikuti oleh 54 operator SMP se kabupaten Pringsewu.

Beberapa masalah muncul selama kegiatan Bimtek 2, tetapi secara prinsip 95% para operator SMP sudah menguasai sistem, mampu entry data dan edit data sekolah, bahkan sudah sampai pada tahapan simulasi cetak raport. Sedangkan selebihnya adalah operator SMP yang baru bergabung pada Bimtek 2 dan akan dipandu secara intensif oleh korwilnya sampai pada tahapan siap cetak.

Masalah kecil yang muncul yaitu:
 
1. Penulisan tanggal di Sheet Biodata

Ketika menulis tanggal di Workheet, tanpa kita sadari Excel akan mengubah format sel menjadi Date, misal ketika mengetikkan 11 April 2000 maka secara otomatis akan berubah menjadi 11/04/00, atau 11-Apr-00, tergantung dari custom settingnya.
Masalah akan muncul setelah raport dicetak seperti ilustrasi berikut:


sel default

Secara default sel yang masih kosong memiliki format General, dan ketika diisi dengan tanggal, maka formatnya akan berubah menjadi Date dan jika kita pernah merubah format Date  maka akan dianggap sebagai format tanggal yang sudah di-custom.

perubahan format ketika diisi tanggal

dan ketika dicetak, maka tanggal akan berubah menjadi sekumpulan angka seperti ini:

tanggal menjadi kumpulan angka

Cara mengatasinya adalah sebagai berikut:
Blok sel yang akan diisi tanggal, kemudian ubahlah format General menjadi Text.

setting format sel menjadi Text


hasilnya adalah:

sel dengan format Text
dan ketika dicetak:

hasil cetak raport dengan tanggal yang benar

2. Data Kosong 

Tidak semua format isian biodata diisi dengak lengkap oleh siswa, misal nomor telepon, nama wali, pekerjaan wali, dan sebagainya. 
Sel yang kosong akan dibaca sebagai angka 0 dan ketika dicetak akan muncul angka yang sama;

sel dengan data kosong dan yang diisi tanda [ -]


pada ilustrasi tersebut ada data kosong pada nomor telepon dan pada kolom Nama Wali diisi dengan tanda [ - ], dan penulisan pada Sheet adalah [ '- ], maka ketika dicetak:


hasil cetak data kosong

3. Nilai Sikap Antar Mata Pelajaran

Walaupun sikap antar mata pelajaran nilainya tidak muncul di Raport, tetapi proses untuk mendeskripsikan sikap tersebut berdasarkan nilai yang dihasilkan dari rapat guru mata pelajaran, guru BK dan Wali Kelas yang merangkum hasilnya. Nilainya adalah SB (sangat baik), B (baik), C (cukup) dan K (kurang). Jika diisi dengan nilai selain tersebut maka sistem akan membacanya sebagai nilai terkecil (K), contohnya:

nilai yang salah berpengaruh pada redaksi deskripsi


Nilai A tidak dikenal oleh sistem sebagai nilai sikap, sehingga ketika dicetak hasilnya:

hasil cetak deskripsi yang salah

jika yang dimaksudkan nilai A adalah SB, maka hasil cetaknya:

deskripsi sikap umum yang seharusnya

4. Nama Kelas dan Wali

Pada Form Biodata Siswa terdapat informasi rinci mengenai pribadi dan keluarga siswa, dan salah satunya adalah nama kelas pada saat siswa tersebut diterima di sekolah.
Perlu diingat bahwa penulisan nama kelas harus sama dengan yang terdapat di Form Wali Kelas, jika menggunakan VII.1 maka di Form Wali Kelas harus VII.1 juga.

penulisan nama kelas di Form Biodata

penulisan nama kelas di Form Wali Kelas
Jika penulisan nama kelas tersebut sama, maka hasil cetak akan seperti ini:

hasil cetak jika nama kelas benar


Tetapi jika nama kelas tidak sama, misal;

penulisan nama dengan format berbeda antara Form Biodata dan Wali Kelas

maka hasil cetaknya adalah;

nama wali kelas dan NIP tidak muncul (0)


Pada saat pelaksanaan cetak raport akan disiapkan 3 posko layanan cepat-tanggap untuk mengatasi jika terjadi kendala teknis pencetakan, yaitu:
  • Posko 1, di SMP Negeri 4 Pringsewu untuk SMP di wilayah Pringsewu, Pagelaran, Sukoharjo dan Banyumas. 
  • Posko 2, di SMP Negeri 1 Ambarawa untuk SMP di wilayah Ambarawa dan Pardasuka.
  • Posko 3, di SMP Negeri 1 Gadingrejo untuk SMP di wilayah Gadingrejo.

Hal lain yang menjadi perhatian serius dari MKKS SMP Kabupaten Pringsewu sebagaimana yang sudah disampaikan kepada para kepala sekolah adalah jenis printer yang harus disiapkan, terutama bagi SMP yang memiliki siswa 200 orang atau lebih. Raport terdiri dari 11 lembar dan jika dikalikan 200 siswa maka operator akan mencetak 2.200 lembar dalam waktu 3 hari.
Tentu harus dipertimbangkan penggunaan jenis printer yang memadai untuk kemampuan cetak sejumlah itu.

Senin, 25 November 2013

Program Raport 2013

 Ketua MKKS SMP Kabupaten Pringsewu, Bpk. Drs. H. Mukodas didampingi Bpk. Drs. Alamsyah selaku Wakil MKKS dan Bpk. Heru Siswanto, S.Pd. selaku Sekertaris MKKS, ketika membuka acara Bimbingan Teknis pembuatan raport di SMP Negeri 1 Gadingrejo pada tanggal 23 November 2013..

Akhirnya terjawab sudah rencana pembuatan raport berbasis komputer dengan aplikasi ssederhana, yang selanjutnya disebut Program Raport 2013, yaitu rencana pembuatan raport untuk kurikulum 2013, diharapkan sekolah dapat mengembangkan sendiri aplikasi tersebut dan mengeditnya sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah masing-masing.
Tim Program Raport 2013 adalah:
  1. Penanggungjawab : 
    • Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pringsewu; Bpk. Drs. Samsir, MM
    • Kasi Kurikulum SMP Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pringsewu; Bpk. Eko Sumiran, S.Pd.
  2. Koordinator Pelaksana :
    • Ketua MKKS SMP Kabupaten Pringsewu; Bpk. Drs. H. Mukodas
    • Bendahara MKKS SMP Kabupaten Pringsewu; Bpk. Rahmanto, M.Pd.
  3.  Pemrograman :
    • Mugi Harsono, guru SMP Negeri 1 Gadingrejo
    • Iswanto, S.Pd., guru SMP Negeri 4 Pringsewu
    • Tomi Yazid Bustomi, M.Pd., guru SMP Negeri 4 Pringsewu
    • Hari Susanto, S.Pd., tendik SMP Negeri 1 Ambarawa
    • Efrida Herawati, SE, tendik SMP Negeri 1 Gadingrejo
  4. Penyusun Konten :
    • Kordinator; Endang Agustini, S.Pd.
    • Anggota; guru-guru mata pelajaran kelas VII SMP Negeri 1 Gadingrejo
  5. Spesifikasi Program
    • Menggunakan Ms Office Excel dan Word 2007, aplikasi yang populer dikalangan guru dan tendik SMP yang diharapkan Operator Sekolah mudah memahami dan mampu menerapkan dalam waktu yang relatif singkat.
    • Dilengkapi instrumen penilaian bagi guru mata pelajaran, Operator Sekolah tinggal copy-paste ke file induk tanpa harus meng-entry data siswa.
    • Menggunakan fitur cetak masal.
    • Dilengkapi fasilitas cetak ledger per kelas.
  6. Layanan Pengguna;
    1. Wilayah Sukoharjo, Banyumas, dsk; Iswanto, S.Pd.; HP 0821 7986 4082
    2. Wilayah Pringsewu, Pagelaran, dsk; Tomi Yazid Bustomi, M.Pd.; HP 0812 7249 6269
    3. Wilayah Ambarawa, Pardasuka, dsk; Hari Susanto, S.Pd., HP 0852 7934 9564
    4. Wilayah Gadingrejo, dsk; Efrida Herawati, SE, HP 0853 7985 5855 
  7. Kontak
    1. MKKS SMP Kabupaten Pringsewu; Rahmanto. M.Pd.; HP 0813 7913 4477
    2. E-mail; mkks.smpkabpringsewu@yahoo.co.id

Operator Sekolah SMP se Kabupaten Pringsewu

Selanjutnya, setelah persiapan matang maka Bimbingan Teknis tahap I diselenggarakan pada tanggal 23 November 2013 di SMP Negeri 1 Gadingrejo, dan dilanjutkan Bimbingan Teknis tahap II yang rencananya akan diselenggarakan tanggal 30 November 2013 di SMP Negeri 4 Pringsewu.
Tidak hanya melalui Bimbingan Teknis, Operator Sekolah juga akan didampingi tim selama proses pembuatan raport di sekolah bagi yang mengalami kendala.

 Suasana pembukaan Bimbingan Teknis I

Bimbingan Teknis I, dihadiri 51 Operator Sekolah

Minggu, 17 November 2013

Laporan Hasil Belajar Peserta Didik


Laporan Hasil Belajar Peserta Didik (LHBPD) adalah catatan prestasi pengetahuan, ketrampilan, sikap spritual dan sosial, kegiatan ekstra kurikuler, dan catatan prestasi lainnya yang diperoleh peserta didik selama satu semester, atau yang lebih populer disebut buku raport.

Pembuatan laporan tersebut sudah rutin dilakukan oleh guru dan wali kelas, tetapi akhir-akhir ini terasa beda dan semakin mendekati bulan Desember, para guru mata pelajaran dan wali kelas di kabupaten Pringsewu, Lampung merasa resah. Bahkan para kepala sekolah, pengawas mata pelajaran, dan pejabat disdikbudpar kabupaten pun mengalami hal yang sama, benarkah demikian?
Ya...ternyata masalahnya adalah kurikulum 2013 dan sekolah-sekolah yang menerapkan kurikulum tersebut belum tahu tentang format LHBPD yang resmi. Yang beredar adalah contoh format LHBPD atau ada yang masih dalam bentuk draft, yang konon juga sumbernya dari kementrian dikbud, tetapi mengapa disebut draft jika datangnya dari kementrian?

Tetapi, ternyata yang jadi masalah bukan masalah format LHBPD, melainkan permendikbud no 84 tahun 2013 tentang penilaian, guru diminta melakukan penilaian otentik, meyeluruh meliputi ranah pengetahuan, ketrampilan, dan sikap spiritual dan sosial dari semua peserta didik yang diasuhnya. Dan pada akhir semester guru mata pelajaran diminta melaporkan nilai dari masing-masing ranah tersebut ditambah dengan deskripsi dari masing-masing nilai dengan mencantumkan kompetensi apa saja yang sudah dikuasi peserta didik dengan (amat) baik dan kopetensi apa saja yang sudah dikuasai tetapi melalui proses perbaikan (remedial).

Ya...itulah permasalahnya, bukankah deskripsi berarti uraian? dan jika guru mata pelajaran menyetorkan nilai ke wali kelas dan deskripsi yang dibuatnya adalah sejumlah murid yang diajarkannya, maka butuh waktu berapa hari untuk menyimpulkan redaksi deskripsi dari setiap nilainya, dan dari setiap siswa!! Seandainya guru Seni Budaya SMP memiliki 8 kelas dan masing-masing kelas terdapat 30 peserta didik, maka.....
Dan setelah itu wali kelas harus menuliskan nilai dan deskripsinya di buku LHBPD, dan masih harus ditambahkan juga deskripsi sikap spiritual dan sosial antar mata pelajaran, ekstra kurikuler, ketidahadiran, catatan prestasi...dan seterusnya...
Itulah sumber dari kegelisahan guru kita pada hari-hari menjelang bulan Desember...

Tetapi tunggu dulu....
Keresahan guru mata pelajaran dan wali kelas sebenarnya juga berimbas ke kepala sekolah, dan berimbas pula ke pejabat disdikbudpar kabupaten, dan akhirnya muncul sebuah ide cemerlang, yaitu pembuatan aplikasi LHBPD dan akan diterapkan di SMP se kabupaten, dengan syarat:
  1. Aplikasi harus murah, bahkan jika memungkinkan gratis
  2. Mudah mengoperasikannya
  3. 50% dari isi LHBPD dibuat oleh guru sekolah masing-masing sehingga setiap sekolah akan memiliki karakteristik yang berbeda dan 50% sistem operasi komputer
  4. Tampilan officially dengan kertas khusus agar masyarakat bisa menerima kehadiran LHBPD versi cetak
  5. Pelatihan dan bimbingan teknis harus dilakukan secara matang
  6. Jaminan  dan layanan pengguna
  7. Senin  2 Desember 2013 launching dan aplikasi akan diterapkan di 54 SMP se kabupaten Pringsewu.
Kita tunggu hasilnya...